Lagu Komunio Kamis Putih – “Inilah Tubuh-Ku”

Kamis Putih; Penetapan Ekaristi?

Kalau ditanya, kapan Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi, maka jawabannya adalah pada saat Ia mengucapkan kata-kata institusi “Inilah Tubuh-Ku… Inilah Darah-Ku…” pada Perjamuan Malam Terakhir. Peristiwa itulah yang dirayakan Gereja hari ini dalam perayaan Kamis Putih. Di dalam perayaan ini, kita menghadirkan kembali misteri Perjamuan Terakhir dan anugerah Ekaristi bagi Gereja. Kata-kata institusi menegaskan iman akan kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi, lalu bergerak menuju ajakan reflektif agar kita pun rela menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi sesama.

Mengapa Lagu "Inilah Tubuh-Ku", cocok?

Lagu Komunio ini memang dipersiapkan khusus untuk Misa Kamis Putih. Dengan lirik yang langsung diambil dari kata-kata institusi dan dengan aransemen SATB yang sederhana namun utuh secara harmoni, lagu ini dirancang untuk membantu umat masuk dalam suasana hening, syukur, dan penyerahan diri saat menyambut Tubuh dan Darah Tuhan.

Secara musikal, lagu ini dibangun dengan struktur homofonik yang kuat pada refrain agar mudah menyatu dan mantap dinyanyikan, lalu lebih lembut dan personal pada bagian “Maukah kau…” sebagai puncak refleksi batin. Jika dibawakan tanpa iringan, koor perlu menjaga tempo tetap tenang mengalir (±70), memastikan keseimbangan SATB agar harmoni tetap jernih, serta membangun dinamika dari lembut menuju klimaks batin tanpa berlebihan dalam volume. Kiranya lagu ini tidak hanya memperindah liturgi, tetapi sungguh menjadi doa bersama yang menuntun kita menghidupi misteri Ekaristi—bukan sekadar mengenangnya, melainkan mewujudkannya dalam kasih dan pelayanan setiap hari.

Ekaristi sebagai Kehadiran dan Pengorbanan

Teks refrain menegaskan inti iman Gereja akan Ekaristi sebagai Tubuh dan Darah Kristus yang sungguh diberikan bagi keselamatan manusia. Kamis Putih bukan hanya mengenang Perjamuan Terakhir, tetapi merayakan kasih yang menyerahkan diri secara total.

Dari Kenangan Menjadi Perutusan

Bagian “Maukah kau jadi roti…” menggeser fokus dari altar menuju kehidupan nyata. Lagu ini mengajak umat tidak berhenti pada devosi, tetapi menghidupi semangat pengorbanan dan pelayanan dalam keseharian.

Berikut ini lagu teks lagu komunio Misa Kamis Putih.

Lagu Komunio Misa Kamis Putih

INILAH TUBUH-KU
Lagu, lirik, arr: Kenny Aprilio

Refren:
Inilah Tubuh-Ku
Yang diserahkan bagimu
Inilah darah-Ku
Yang ditumpahkan bagimu
Lakukanlah ini
Akan peringatan kepadaku.

Solo 1:
Di malam perjamuan akhir,
Kristus memberikan diri-Nya,
Sebagai roti yang terpecah,
Untuk umat manusia.
Maukah kau jadi roti yang terpecah bagi-Nya,
Melayani, melayani lebih sungguh.

Solo 2:
Darah-Nya pun ditumpahkan,
Menjadi kurban tebusan kita.
Untuk tebus dosa dunia,
Ia kurbankan nyawa.
Maukah kau jadi anggur yang tertumpah bagi-Nya,
Melayani, melayani lebih sungguh.

Solo 3:
Tubuh dan darah Kristus,
Santapan jiwa kita.
Jaminan hidup yang kekal,
Menuju surga mulia.
Amalkan hukum kasih dalam hidup yang nyata,
Melayani, melayani lebih sungguh.

Panduan Membawakan Lagu Ini untuk Koor

Keseimbangan dan Intonasi

Karena dinyanyikan tanpa iringan, nada dasar harus diberikan dengan jelas dan seluruh suara menjaga kestabilan intonasi. Soprano tidak perlu terlalu dominan; alto dan tenor harus tetap terdengar agar harmoni utuh, sementara bass menjaga fondasi nada tetap kokoh.

Dinamika dan Ekspresi

Mulailah dengan lembut dan menyatu, bangun dinamika secara bertahap terutama pada bagian “Maukah kau jadi roti…”, dan capai klimaks batin pada “melayani lebih sungguh” tanpa berlebihan dalam volume. Akhiri dengan tenang dan beri ruang hening agar makna Ekaristi sungguh meresap dalam hati umat.

Penutup

Semoga lagu komunio Kamis Putih "Inilah Tubuh-Ku" ini dapat menjadi sarana doa yang sungguh mengantar umat memasuki kedalaman misteri Ekaristi pada Kamis Putih. Tidak hanya sebagai nyanyian pengiring Komunio, tetapi sebagai permenungan yang meneguhkan iman akan kasih Kristus yang rela menyerahkan diri-Nya sepenuhnya. Semoga setiap bait yang dinyanyikan membantu kita bukan hanya mengenang peristiwa Perjamuan Terakhir, melainkan juga memperbarui komitmen untuk hidup dalam semangat pengorbanan, persaudaraan, dan pelayanan yang nyata.

Dapatkan berbagai teks lagu Misa Kamis Putih lainnya di blog ini. Klik tombol navigasi di Bawah atau menu Blog di atas.

Bagikan artikel ini ke:

Artikel Terbaru

    Jangan lewatkan

    Lagu Misa Katolik - Referensi Terbaik dan Terlengkap

    Lagu-Lagu Misa Katolik untuk Masa Prapaskah

    Lagu-Lagu Misa Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah

    Lagu Rabu Abu Lengkap Pembukaan sampai Penutup

    Teks Ibadat Sabda Tanpa Imam Lengkap dengan Tata Caranya

    Teks Ibadat Jalan Salib Terbaru

    Lagu Pembuka Misa Kamis Putih - Cinta Kristus Menyatukan Kita

    Teks Koor Lagu-Lagu Jumat Agung

    Amanat Kasih – Lagu Ritus Pembasuhan Kaki Misa Kamis Putih

    Lagu-Lagu Misa Arwah Katolik